Kacang Tanah
Arachis hypogaea
Virginia
Tentang tanaman ini
Tanaman kacang tanah adalah tanaman polong yang tumbuh rendah dan dikenal menghasilkan kacang yang dapat dimakan di bawah tanah. Tanaman ini memiliki bunga kuning yang melakukan penyerbukan sendiri, dan setelah berbunga, tanaman mengirimkan batang kecil ke dalam tanah tempat kacang berkembang. Kacang tanah banyak digunakan sebagai sumber makanan dan minyak di seluruh dunia.
Taksonomi
- Genus
- Arachis
- Famili
- Fabaceae
- Klasifikasi lebih tinggi
- Fabales
- Jenis tanaman
- Setahunan
- Umur hidup
- Setahunan
Asal & persebaran
- Asal wilayah
- Amerika Selatan
- Persebaran
- Dibudidayakan secara global di iklim hangat, terutama di Asia, Afrika, dan Amerika.
Perawatan
- Preferensi cahaya
- Matahari penuh
- Lokasi yang cocok
- Luar ruangan, Rumah kaca
- Arah jendela disukai
- Menghadap selatan, Menghadap barat
- Frekuensi siram
- Sedang
- Interval siram
- 3–7 hari
- Kelembapan
- Normal
- Minimum
- 15 °C
- Maksimum
- 35 °C
- Optimal
- 20-30 °C
- Zona ketahanan USDA
- 8-11
- pH media
- 6.0-6.5
- Jenis media
- tanah liat berpasir dengan drainase baik
Penyiraman. Sirami secara teratur untuk menjaga tanah tetap lembap tetapi tidak tergenang air. Kurangi penyiraman saat polong mulai matang untuk mencegah pembusukan.
Pemupukan. Kacang tanah dapat mengikat nitrogen sendiri tetapi mendapat manfaat dari pupuk fosfor dan kalium. Terapkan pupuk seimbang sebelum penanaman dan beri pupuk samping selama pertumbuhan jika diperlukan.
Tanaman kacang tanah cukup mudah dibudidayakan tetapi membutuhkan suhu hangat dan banyak sinar matahari. Mereka lebih menyukai tanah yang memiliki drainase baik dan penyiraman sedang. Penyiraman berlebihan atau drainase yang buruk dapat menyebabkan masalah akar. Perawatan rutin termasuk memastikan ruang yang cukup agar polong bawah tanah dapat berkembang.
Perbanyakan
- Metode perbanyakan
- Biji
- Tingkat perawatan
- Sedang
Ciri ornamental
- Berbunga
- Ya
- Masa berbunga
- musim panas
Bunga kuning dan dedaunan hijau yang rimbun; ciri utama adalah polong kacang tanah yang unik di bawah tanah.
Toksisitas & keamanan
- Beracun bagi manusia
- Sedikit beracun
- Beracun bagi hewan peliharaan
- Sedikit beracun
- Potensi gulma
- Penyebaran rendah
Tanaman kacang tanah umumnya aman tetapi dapat menyebabkan reaksi alergi pada individu yang sensitif. Jauhkan dari orang yang memiliki alergi kacang tanah.
Informasi alergi
- Risiko alergi
- Sedang
- Pemicu alergi
- Serbuk sari, Kontak kulit
- Tingkat serbuk sari
- Rendah
Tanaman kacang tanah dapat menyebabkan reaksi alergi pada orang yang sensitif terhadap kacang tanah. Pemicu utama adalah kacang tanah itu sendiri, terutama bijinya dan terkadang serbuk sari tanaman. Gejalanya bisa berupa gatal, pembengkakan, atau reaksi yang lebih parah. Untuk mengurangi paparan, hindari kontak dengan kacang tanah dan cuci tangan setelah menangani tanaman.
Masalah umum
Masalah umum meliputi penyakit jamur jika tanah terlalu basah, hama seperti kutu daun, dan perkembangan polong yang buruk jika tanah padat atau terlalu kering.
Kegunaan
Ditanam terutama untuk kacang tanah yang dapat dimakan yang digunakan dalam memasak, camilan, dan produksi minyak. Juga digunakan sebagai tanaman penutup untuk memperbaiki nitrogen tanah.
Catatan
Kacang tanah berkembang di bawah tanah, jadi tanah yang gembur dan berpasir sangat ideal. Hindari tanah liat berat. Panen saat daun mulai menguning. Rotasi tanaman membantu mencegah penyakit tanah.