Kelor
Moringa oleifera
None
Tentang tanaman ini
Moringa oleifera, sering disebut pohon kelor atau pohon lobak kuda, adalah pohon yang tumbuh cepat dan tahan kekeringan yang dikenal karena daun, polong, dan bijinya yang bergizi. Tanaman ini banyak digunakan untuk makanan, pengobatan tradisional, dan sebagai pembersih air alami. Pohon ini memiliki daun berbulu halus, polong biji panjang dan ramping, serta bunga putih kecil. Tanaman ini dihargai karena manfaat kesehatannya dan kemampuannya tumbuh di tanah yang kurang subur.
Taksonomi
- Genus
- Moringa
- Famili
- Moringaceae
- Klasifikasi lebih tinggi
- Ordo: Brassicales
- Jenis tanaman
- Pohon
- Umur hidup
- Tahunan
Asal & persebaran
- Asal wilayah
- India, Pakistan, Bangladesh
- Persebaran
- Asli dari anak benua India, kini banyak dibudidayakan di wilayah tropis dan subtropis di seluruh dunia termasuk Afrika, Asia, dan Amerika Latin.
Perawatan
- Preferensi cahaya
- Matahari penuh
- Lokasi yang cocok
- Luar ruangan, Balkon, Rumah kaca, Dalam ruangan
- Arah jendela disukai
- Menghadap selatan, Menghadap barat, Menghadap timur
- Frekuensi siram
- Sedang
- Interval siram
- 5–10 hari
- Kelembapan
- Normal
- Minimum
- 10 °C
- Maksimum
- 40 °C
- Optimal
- 25-35 °C
- Zona ketahanan USDA
- 9-11
- pH media
- 6.0-7.5 (neutral to slightly acidic)
- Jenis media
- tanah liat berdrainase baik atau tanah berpasir
Penyiraman. Sirami secara teratur selama musim tumbuh tetapi biarkan tanah mengering di antara penyiraman. Kurangi penyiraman pada bulan yang lebih dingin untuk mencegah busuk akar.
Pemupukan. Berikan pupuk seimbang selama musim tumbuh untuk mendukung produksi daun dan polong yang sehat. Kompos organik atau pupuk kandang juga dapat digunakan untuk memperkaya tanah setiap tahun.
Moringa oleifera adalah pohon yang tahan banting dan tumbuh cepat yang berkembang baik di iklim hangat dengan sinar matahari yang cukup. Tanaman ini menyukai tanah yang memiliki drainase baik dan dapat tahan kekeringan setelah tumbuh kuat. Penyiraman berlebihan atau drainase yang buruk dapat menyebabkan masalah akar, namun secara umum tanaman ini memerlukan perawatan rendah dan mudah dibudidayakan.
Perbanyakan
- Metode perbanyakan
- Biji, Stek
- Tingkat perawatan
- Mudah
Ciri ornamental
- Berbunga
- Ya
- Masa berbunga
- musim semi
Daun berbulu halus berwarna hijau cerah, bunga putih harum, dan polong biji hijau panjang yang menambah daya tarik visual.
Toksisitas & keamanan
- Beracun bagi manusia
- Tidak beracun
- Beracun bagi hewan peliharaan
- Tidak beracun
- Potensi gulma
- Penyebaran rendah
Moringa umumnya aman untuk manusia dan hewan peliharaan. Namun, hindari mengonsumsi dalam jumlah besar akar atau kulit batang karena dapat beracun. Daun dan polong dapat dimakan dan bergizi.
Informasi alergi
- Risiko alergi
- Rendah
- Pemicu alergi
- Serbuk sari, Getah atau lateks, Kontak kulit
- Tingkat serbuk sari
- Rendah
Serbuk sari Moringa oleifera dapat menyebabkan reaksi alergi ringan pada individu yang sensitif, seperti bersin atau mata gatal. Orang yang memiliki alergi serbuk sari sebaiknya membatasi paparan selama masa berbunga. Getah tanaman ini juga dapat menyebabkan iritasi kulit dalam beberapa kasus, sehingga disarankan menggunakan sarung tangan saat menangani.
Masalah umum
Masalah umum meliputi busuk akar akibat penyiraman berlebihan, daun menguning karena kekurangan nutrisi, dan serangan hama sesekali seperti kutu daun atau ulat jika tidak diawasi.
Kegunaan
Ditanam untuk daun, polong, dan bijinya yang dapat dimakan dan kaya vitamin serta mineral. Digunakan dalam memasak, pengobatan tradisional, dan sebagai pembersih air alami. Juga ditanam untuk naungan dan perbaikan tanah.
Catatan
Pangkas secara teratur untuk mendorong pertumbuhan yang lebih rimbun dan untuk memanen daun serta polong. Tanam ulang tanaman muda setiap tahun jika dibudidayakan di dalam ruangan. Sensitif terhadap embun beku dan suhu dingin di bawah 10°C (50°F).