Jabuticaba
Myrciaria cauliflora
Sabara
Tentang tanaman ini
Myrciaria cauliflora, yang biasa disebut jabuticaba, adalah pohon buah tropis unik asli Brasil. Terkenal dengan kebiasaan berbuah yang tidak biasa: buah ungu seperti anggur tumbuh langsung di batang dan cabang. Buahnya manis dan dapat dimakan, sering dimakan segar atau digunakan dalam jeli dan anggur. Pohon ini memiliki daun hijau mengkilap dan bunga putih. Populer di taman rumah dan lanskap tropis karena nilai hias dan buahnya.
Taksonomi
- Genus
- Myrciaria
- Famili
- Myrtaceae
- Klasifikasi lebih tinggi
- Ordo Myrtales
- Jenis tanaman
- Pohon
- Umur hidup
- Tahunan
Asal & persebaran
- Asal wilayah
- Brasil
- Persebaran
- Asli dari Brasil; dibudidayakan di daerah tropis dan subtropis di seluruh dunia termasuk beberapa bagian Amerika Selatan, Florida, dan Asia Tenggara.
Perawatan
- Preferensi cahaya
- Matahari sebagian
- Lokasi yang cocok
- Luar ruangan, Balkon, Rumah kaca
- Arah jendela disukai
- Menghadap timur, Menghadap tenggara, Menghadap selatan
- Frekuensi siram
- Sedang
- Interval siram
- 3–7 hari
- Kelembapan
- Tinggi
- Minimum
- 10 °C
- Maksimum
- 35 °C
- Optimal
- 20-28 °C
- Zona ketahanan USDA
- 10-11
- pH media
- 5.5-6.5
- Jenis media
- tanah liat berdrainase baik, kaya bahan organik
Penyiraman. Jaga tanah tetap lembap secara konsisten tetapi tidak tergenang air. Siram lebih sering selama periode panas dan kering, dan kurangi penyiraman pada bulan yang lebih dingin.
Pemupukan. Berikan pupuk seimbang pada pohon jabuticaba setiap 2-3 bulan selama musim tumbuh. Kompos organik atau pupuk pelepasan lambat sangat baik untuk mendukung pertumbuhan dan produksi buah yang stabil.
Jabuticaba adalah pohon tropis yang menyukai kondisi hangat dan lembap serta dapat mentolerir sedikit naungan. Membutuhkan penyiraman teratur namun tanah harus memiliki drainase baik untuk menghindari pembusukan akar. Tumbuhnya lambat dan mendapat manfaat dari pemupukan sesekali. Waspadai hama seperti kutu sisik dan lakukan pemangkasan untuk menjaga bentuk tanaman.
Perbanyakan
- Metode perbanyakan
- Biji, Stek
- Tingkat perawatan
- Sedang
Ciri ornamental
- Berbunga
- Ya
- Masa berbunga
- musim semi
Daun hijau mengkilap, bunga putih, dan buah ungu khas yang tumbuh langsung di batang dan cabang.
Toksisitas & keamanan
- Beracun bagi manusia
- Tidak beracun
- Beracun bagi hewan peliharaan
- Tidak beracun
- Potensi gulma
- Bukan gulma
Buah dan daun jabuticaba aman dimakan dan tidak beracun bagi manusia maupun hewan peliharaan.
Informasi alergi
- Risiko alergi
- Rendah
- Pemicu alergi
- Serbuk sari, Kontak kulit
- Tingkat serbuk sari
- Rendah
Myrciaria cauliflora, yang juga dikenal sebagai jabuticaba, menghasilkan bunga dan buah langsung di batangnya, yang dapat menyebabkan reaksi alergi ringan pada individu yang sensitif, terutama akibat serbuk sari. Gejalanya dapat berupa bersin atau iritasi kulit. Untuk mengurangi paparan, hindari kontak langsung dengan getah dan jaga kebersihan area dari buah dan daun yang jatuh.
Masalah umum
Penyiraman berlebihan dapat menyebabkan pembusukan akar, sedangkan penyiraman kurang menyebabkan daun rontok. Drainase yang buruk dan kelembapan rendah dapat membuat tanaman stres. Hama seperti kutu sisik dan penyakit jamur dapat muncul jika kondisi tidak ideal.
Kegunaan
Utamanya dibudidayakan untuk buahnya yang manis dan dapat dimakan, jabuticaba juga dihargai sebagai pohon hias di taman tropis. Buahnya dimakan segar atau digunakan dalam selai, jeli, dan minuman.
Catatan
Pangkas pohon jabuticaba secara ringan setelah berbuah untuk menjaga bentuk dan menghilangkan kayu mati. Pindahkan tanaman muda ke pot baru setiap 2-3 tahun jika ditanam dalam wadah. Lindungi dari suhu di bawah 10°C (50°F).