Pohon Rudraksha
Elaeocarpus ganitrus
Ganitrus
Tentang tanaman ini
Elaeocarpus ganitrus, yang umum dikenal sebagai pohon Rudraksha, adalah pohon hijau sedang hingga besar yang dihargai karena biji uniknya yang digunakan sebagai manik-manik doa. Daunnya hijau mengkilap dan menghasilkan bunga putih kecil yang diikuti oleh polong biji coklat khas. Pohon ini memiliki makna budaya di beberapa bagian Asia dan sering dibudidayakan untuk tujuan hias dan keagamaan.
Taksonomi
- Genus
- Elaeocarpus
- Famili
- Elaeocarpaceae
- Klasifikasi lebih tinggi
- Ordo Oxalidales
- Jenis tanaman
- Pohon
- Umur hidup
- Tahunan
Asal & persebaran
- Asal wilayah
- India, Nepal, Bhutan, Myanmar, Thailand
- Persebaran
- Asli dari anak benua India dan Asia Tenggara; dibudidayakan di wilayah tropis dan subtropis di seluruh dunia.
Perawatan
- Preferensi cahaya
- Matahari sebagian
- Lokasi yang cocok
- Luar ruangan, Balkon, Rumah kaca
- Arah jendela disukai
- Menghadap timur, Menghadap selatan
- Frekuensi siram
- Sedang
- Interval siram
- 5–10 hari
- Kelembapan
- Normal
- Minimum
- 10 °C
- Maksimum
- 35 °C
- Optimal
- 20-30 °C
- Zona ketahanan USDA
- 10-12
- pH media
- 6.0-7.5 (slightly acidic to neutral)
- Jenis media
- tanah liat berdrainase baik
Penyiraman. Sirami secara teratur selama musim pertumbuhan, biarkan lapisan atas tanah sedikit mengering di antara penyiraman. Kurangi penyiraman pada musim dingin.
Pemupukan. Berikan pupuk seimbang dengan pelepasan lambat pada awal musim semi dan pertengahan musim panas untuk mendukung pertumbuhan yang sehat. Hindari pemupukan berlebihan yang dapat merusak pohon.
Elaeocarpus ganitrus adalah pohon yang tahan banting yang lebih menyukai tanah yang memiliki drainase baik dan dapat mentolerir kekeringan ringan setelah tumbuh kuat. Pohon ini tumbuh terbaik di bawah sinar matahari sebagian hingga teduh dan membutuhkan penyiraman sedang. Perawatannya relatif rendah namun mendapat manfaat dari pemupukan dan pemangkasan sesekali untuk menjaga bentuknya.
Perbanyakan
- Metode perbanyakan
- Biji, Stek
- Tingkat perawatan
- Sedang
Ciri ornamental
- Berbunga
- Ya
- Masa berbunga
- musim semi
Daun hijau mengkilap, bunga putih kecil, dan polong biji coklat khas yang digunakan sebagai manik-manik.
Toksisitas & keamanan
- Beracun bagi manusia
- Tidak beracun
- Beracun bagi hewan peliharaan
- Tidak beracun
- Potensi gulma
- Bukan gulma
Tidak beracun bagi manusia dan hewan peliharaan; aman ditanam di sekitar anak-anak dan hewan.
Informasi alergi
- Risiko alergi
- Rendah
- Pemicu alergi
- Serbuk sari
- Tingkat serbuk sari
- Rendah
Serbuk sari Elaeocarpus ganitrus dapat menyebabkan reaksi alergi ringan pada individu yang sensitif, seperti bersin atau mata gatal. Orang dengan alergi serbuk sari sebaiknya membatasi paparan selama musim berbunga untuk mengurangi gejala.
Masalah umum
Penyiraman berlebihan dapat menyebabkan akar membusuk, dan drainase yang buruk dapat menyebabkan penyakit jamur. Hama umumnya bukan masalah besar, tetapi waspadai bercak daun atau serangga sisik sesekali.
Kegunaan
Dibudidayakan terutama sebagai tanaman hias dan untuk bijinya yang digunakan dalam praktik keagamaan dan perhiasan. Juga dihargai sebagai tanaman peneduh dan untuk lanskap.
Catatan
Pangkas ringan setelah berbunga untuk menjaga bentuk dan menghilangkan cabang mati. Pindahkan pohon muda ke pot baru setiap 2-3 tahun jika dibudidayakan dalam wadah. Lindungi dari embun beku dan suhu dingin ekstrem.