jeruk bali
Citrus maxima
Chandler
Tentang tanaman ini
Jeruk bali adalah buah jeruk besar yang dikenal dengan kulitnya yang tebal dan rasa manis serta lembut. Ini adalah buah jeruk terbesar dan sering dimakan segar atau digunakan dalam salad dan makanan penutup. Pohonnya selalu hijau dengan daun mengkilap dan bunga putih yang harum. Pohon jeruk bali dapat tumbuh cukup besar dan dihargai baik untuk buahnya maupun keindahan sebagai tanaman hias.
Taksonomi
- Genus
- Citrus
- Famili
- Rutaceae
- Klasifikasi lebih tinggi
- Sapindales
- Jenis tanaman
- Pohon
- Umur hidup
- Tahunan
Asal & persebaran
- Asal wilayah
- Asia Tenggara, Malaysia, Indonesia
- Persebaran
- Ditanam luas di Asia Tenggara, Cina, India, dan wilayah tropis hingga subtropis di seluruh dunia.
Perawatan
- Preferensi cahaya
- Matahari penuh
- Lokasi yang cocok
- Luar ruangan, Rumah kaca, Balkon
- Arah jendela disukai
- Menghadap selatan, Menghadap barat daya, Menghadap barat
- Frekuensi siram
- Sedang
- Interval siram
- 5–10 hari
- Kelembapan
- Normal
- Minimum
- 5 °C
- Maksimum
- 35 °C
- Optimal
- 20-30 °C
- Zona ketahanan USDA
- 9-11
- pH media
- 5.5-6.5
- Jenis media
- tanah liat berdrainase baik, tanah berpasir
Penyiraman. Sirami secara teratur untuk menjaga tanah tetap lembab tetapi tidak tergenang air. Kurangi penyiraman pada bulan yang lebih dingin untuk mencegah busuk akar.
Pemupukan. Berikan pupuk jeruk yang seimbang tiga kali setahun: awal musim semi, awal musim panas, dan akhir musim panas. Ini mendukung pertumbuhan sehat dan perkembangan buah.
Pohon jeruk bali cukup mudah dirawat namun membutuhkan banyak sinar matahari dan tanah yang memiliki drainase baik. Tanaman ini bisa mengalami masalah jika terlalu banyak disiram atau tanahnya terlalu basah. Pemupukan rutin dan pemangkasan sesekali membantu menjaga pertumbuhan dan produksi buah yang sehat.
Perbanyakan
- Metode perbanyakan
- Biji, Stek, Sambung pucuk
- Tingkat perawatan
- Sedang
Ciri ornamental
- Berbunga
- Ya
- Masa berbunga
- musim semi
Daun hijau mengkilap, bunga putih harum, buah bulat besar dengan kulit tebal.
Toksisitas & keamanan
- Beracun bagi manusia
- Tidak beracun
- Beracun bagi hewan peliharaan
- Tidak beracun
- Potensi gulma
- Bukan gulma
Jeruk bali aman dikonsumsi dan tidak beracun bagi manusia maupun hewan peliharaan. Namun, kulit tebalnya tidak dapat dimakan dan harus dibuang.
Informasi alergi
- Risiko alergi
- Rendah
- Pemicu alergi
- Serbuk sari, Kontak kulit
- Tingkat serbuk sari
- Rendah
Citrus maxima, yang juga dikenal sebagai jeruk bali, dapat menghasilkan serbuk sari yang mungkin menyebabkan reaksi alergi ringan pada individu yang sensitif, seperti bersin atau mata gatal. Orang yang alergi terhadap jeruk sebaiknya berhati-hati. Untuk mengurangi paparan, hindari kontak langsung dengan bunga dan cuci tangan setelah menangani buah atau daun.
Masalah umum
Masalah umum meliputi busuk akar akibat penyiraman berlebihan, daun menguning karena kekurangan nutrisi, dan serangan hama seperti kutu daun atau serangga sisik.
Kegunaan
Jeruk bali terutama dibudidayakan untuk buahnya yang besar dan manis yang dimakan segar atau digunakan dalam masakan. Pohon ini juga berfungsi sebagai tanaman hias yang menarik di taman.
Catatan
Pangkas setelah berbuah untuk mempertahankan bentuk dan menghilangkan kayu mati. Pindahkan pot pohon muda setiap 2-3 tahun jika ditanam dalam wadah. Lindungi dari embun beku di iklim yang lebih dingin.