Jati
Tectona grandis
N/A
Tentang tanaman ini
Tectona grandis, yang biasa disebut jati, adalah pohon kayu keras tropis besar yang dikenal karena kayunya yang tahan lama dan tahan air. Memiliki daun besar dan kasar serta menghasilkan bunga kecil berwarna putih. Kayu jati sangat dihargai untuk pembuatan furnitur, kapal, dan struktur luar ruangan karena kekuatannya dan minyak alami yang melindungi dari pembusukan.
Taksonomi
- Genus
- Tectona
- Famili
- Lamiaceae
- Klasifikasi lebih tinggi
- Ordo Lamiales
- Jenis tanaman
- Pohon
- Umur hidup
- Tahunan
Asal & persebaran
- Asal wilayah
- India, Myanmar, Thailand, Indonesia
- Persebaran
- Asli dari Asia Selatan dan Asia Tenggara, khususnya India, Myanmar, Thailand, dan Indonesia. Juga dibudidayakan di wilayah tropis di seluruh dunia.
Perawatan
- Preferensi cahaya
- Matahari penuh
- Lokasi yang cocok
- Luar ruangan
- Frekuensi siram
- Sedang
- Interval siram
- 7–14 hari
- Kelembapan
- Normal
- Minimum
- 10 °C
- Maksimum
- 45 °C
- Optimal
- 20-35 °C
- Zona ketahanan USDA
- 10-12
- pH media
- 6.5-7.5 (neutral to slightly acidic)
- Jenis media
- tanah liat berdrainase baik
Penyiraman. Sirami pohon muda secara teratur untuk menjaga tanah tetap lembap tetapi tidak tergenang air. Pohon dewasa tahan kekeringan dan membutuhkan penyiraman yang lebih jarang.
Pemupukan. Berikan pupuk seimbang selama musim tumbuh untuk mendukung pertumbuhan yang sehat. Pohon muda mendapat manfaat dari pupuk kaya nitrogen, sedangkan pohon dewasa membutuhkan pemberian pupuk yang lebih jarang.
Jati adalah pohon yang tahan banting yang lebih menyukai sinar matahari penuh dan tanah yang memiliki drainase baik. Pohon ini dapat mentolerir kondisi kering setelah tumbuh kuat tetapi membutuhkan penyiraman rutin saat masih muda. Jati tumbuh terbaik di iklim tropis dan memerlukan perawatan sedang agar berkembang dengan baik.
Perbanyakan
- Metode perbanyakan
- Biji, Stek
- Tingkat perawatan
- Sedang
Ciri ornamental
- Berbunga
- Ya
- Masa berbunga
- musim panas
Daun besar dan kasar, bunga kecil berwarna putih, serta batang yang tinggi dan lurus membuat jati tampak menarik secara visual di lanskap.
Toksisitas & keamanan
- Beracun bagi manusia
- Sedikit beracun
- Beracun bagi hewan peliharaan
- Tidak beracun
- Potensi gulma
- Bukan gulma
Jati umumnya aman tetapi debu kayunya dapat mengiritasi kulit dan paru-paru; hindari menghirup debu dan gunakan perlindungan saat menangani kayu.
Informasi alergi
- Risiko alergi
- Rendah
- Pemicu alergi
- Getah atau lateks, Kontak kulit, Penumpukan debu
- Tingkat serbuk sari
- Rendah
Tectona grandis, yang juga dikenal sebagai jati, dapat menyebabkan reaksi alergi pada beberapa orang, terutama dari debu kayunya saat pemotongan atau pengamplasan. Orang yang sensitif mungkin mengalami iritasi kulit atau masalah pernapasan. Untuk mengurangi paparan, gunakan perlindungan seperti masker dan sarung tangan saat bekerja dengan kayu jati.
Masalah umum
Pohon jati muda dapat mengalami masalah akibat penyiraman berlebihan yang menyebabkan akar membusuk. Hama seperti ulat penggerek daun jati dapat merusak daun. Drainase yang buruk dan kurangnya sinar matahari dapat menghambat pertumbuhan.
Kegunaan
Utamanya dibudidayakan untuk kayu keras bernilai tinggi yang digunakan dalam pembuatan furnitur, lantai, dan pembuatan kapal. Juga ditanam sebagai pohon peneduh atau hias di taman tropis.
Catatan
Pohon jati dapat tumbuh sangat tinggi dan lebar, sehingga membutuhkan ruang yang cukup. Pemangkasan jarang diperlukan kecuali untuk menghilangkan cabang yang mati. Pohon ini sensitif terhadap embun beku dan suhu dingin.