Melati Belanda
Tabernaemontana divaricata
None
Tentang tanaman ini
Tabernaemontana divaricata, yang dikenal sebagai Melati Belanda, adalah semak tropis yang dikenal dengan daun hijau mengkilap dan bunga putih harum yang menyerupai melati. Tanaman ini sering dibudidayakan sebagai tanaman hias di taman dan lanskap karena penampilannya yang menarik dan aroma manisnya. Tanaman ini dapat berbunga sepanjang tahun di iklim hangat dan dihargai karena perawatannya yang rendah serta kemampuannya bertahan di tempat teduh.
Taksonomi
- Genus
- Tabernaemontana
- Famili
- Apocynaceae
- Klasifikasi lebih tinggi
- Gentianales
- Jenis tanaman
- Semak
- Umur hidup
- Tahunan
Asal & persebaran
- Asal wilayah
- India, Sri Lanka, Asia Tenggara
- Persebaran
- Asli dari Asia Selatan dan Asia Tenggara; banyak dibudidayakan di wilayah tropis dan subtropis di seluruh dunia.
Perawatan
- Preferensi cahaya
- Matahari sebagian
- Lokasi yang cocok
- Luar ruangan, Balkon, Rumah kaca, Dalam ruangan
- Arah jendela disukai
- Menghadap timur, Menghadap tenggara, Menghadap selatan
- Frekuensi siram
- Sedang
- Interval siram
- 3–7 hari
- Kelembapan
- Normal
- Minimum
- 10 °C
- Maksimum
- 35 °C
- Optimal
- 18–30 °C
- Zona ketahanan USDA
- 9–11
- pH media
- 6.0–7.5 (slightly acidic to neutral)
- Jenis media
- tanah liat berdrainase baik atau campuran media tanam
Penyiraman. Sirami secara teratur untuk menjaga tanah tetap lembab merata tetapi tidak tergenang. Biarkan lapisan atas tanah sekitar satu inci mengering antara penyiraman untuk mencegah akar membusuk.
Pemupukan. Berikan pupuk larut air yang seimbang setiap 4 hingga 6 minggu selama musim tumbuh (musim semi hingga awal musim gugur). Kurangi pemupukan di musim dingin saat pertumbuhan melambat.
Tabernaemontana divaricata adalah semak yang tangguh dan mudah dirawat yang tumbuh subur di iklim hangat. Tanaman ini lebih menyukai sinar matahari sebagian hingga teduh dan membutuhkan penyiraman sedang. Umumnya perawatannya rendah, tetapi hindari penyiraman berlebihan untuk mencegah masalah akar.
Perbanyakan
- Metode perbanyakan
- Stek, Biji
- Tingkat perawatan
- Mudah
Ciri ornamental
- Berbunga
- Ya
- Masa berbunga
- musim semi–musim gugur
Daun hijau tua mengkilap dan bunga putih harum berbentuk kipas yang mekar berulang kali.
Toksisitas & keamanan
- Beracun bagi manusia
- Sedikit beracun
- Beracun bagi hewan peliharaan
- Sedikit beracun
- Potensi gulma
- Bukan gulma
Getah tanaman dapat menyebabkan iritasi kulit ringan; jauhkan dari anak-anak dan hewan peliharaan untuk menghindari tertelan secara tidak sengaja, yang dapat menyebabkan gangguan pencernaan ringan.
Informasi alergi
- Risiko alergi
- Rendah
- Pemicu alergi
- Serbuk sari, Getah atau lateks, Kontak kulit
- Tingkat serbuk sari
- Rendah
Beberapa orang mungkin sensitif terhadap getah atau serbuk sari tanaman ini, yang dapat menyebabkan iritasi kulit ringan atau reaksi alergi. Untuk mengurangi paparan, hindari menyentuh getah dan tempatkan tanaman di area dengan ventilasi baik.
Masalah umum
Penyiraman berlebihan dapat menyebabkan akar membusuk, dan terlalu banyak sinar matahari langsung dapat membuat daun terbakar. Kadang-kadang hama seperti kutu daun atau kutu putih dapat muncul tetapi biasanya mudah dikendalikan.
Kegunaan
Utamanya dibudidayakan sebagai tanaman hias karena bunga yang menarik dan aroma yang menyenangkan. Kadang-kadang digunakan dalam pengobatan tradisional di daerah asalnya.
Catatan
Pangkas ringan setelah berbunga untuk mempertahankan bentuk dan mendorong pertumbuhan yang lebih rimbun. Pindahkan tanaman muda ke pot baru setiap 2–3 tahun untuk menyegarkan tanah. Hindari angin dingin dan suhu di bawah 10°C (50°F).