Pohon pir
Pyrus sp.
Bartlett
Tentang tanaman ini
Pohon pir adalah pohon buah gugur yang dikenal dengan buahnya yang manis dan berair. Daunnya lebar dan menghasilkan bunga putih di musim semi. Buah pir dinikmati segar, dimasak, atau dikalengkan dan telah dibudidayakan selama ribuan tahun. Pohon ini sering ditanam di kebun rumah dan kebun buah.
Taksonomi
- Genus
- Pyrus
- Famili
- Rosaceae
- Klasifikasi lebih tinggi
- Ordo Rosales
- Jenis tanaman
- Pohon
- Umur hidup
- Tahunan
Asal & persebaran
- Asal wilayah
- Eropa, Asia
- Persebaran
- Dibudidayakan secara luas di daerah beriklim sedang di seluruh dunia, termasuk Amerika Utara, Eropa, dan Asia.
Perawatan
- Preferensi cahaya
- Matahari penuh
- Lokasi yang cocok
- Luar ruangan, Balkon, Rumah kaca
- Arah jendela disukai
- Menghadap selatan, Menghadap barat
- Frekuensi siram
- Sedang
- Interval siram
- 7–14 hari
- Kelembapan
- Normal
- Minimum
- -30 °C
- Maksimum
- 35 °C
- Optimal
- 15-25 °C
- Zona ketahanan USDA
- 4-9
- pH media
- 6.0-7.0
- Jenis media
- tanah liat berdrainase baik
Penyiraman. Sirami secara teratur selama periode kering, terutama saat pohon masih muda atau selama perkembangan buah. Hindari genangan air pada tanah.
Pemupukan. Berikan pupuk pada pohon pir di awal musim semi dengan pupuk seimbang. Hindari pemupukan berlebihan yang dapat menyebabkan pertumbuhan daun berlebihan dan buah yang sedikit.
Pohon pir cukup tahan banting dan tumbuh terbaik di bawah sinar matahari penuh dengan tanah yang memiliki drainase baik. Mereka membutuhkan penyiraman rutin, terutama saat musim kering, namun hindari genangan air. Pemangkasan membantu mempertahankan bentuk dan merangsang produksi buah. Waspadai hama dan penyakit umum untuk menjaga kesehatan pohon.
Perbanyakan
- Metode perbanyakan
- Biji, Stek, Sambung pucuk
- Tingkat perawatan
- Sedang
Ciri ornamental
- Berbunga
- Ya
- Masa berbunga
- musim semi
Bunga putih yang menarik di musim semi dan dedaunan hijau rimbun; menghasilkan buah yang dapat dimakan pada akhir musim panas hingga musim gugur.
Toksisitas & keamanan
- Beracun bagi manusia
- Tidak beracun
- Beracun bagi hewan peliharaan
- Tidak beracun
- Potensi gulma
- Bukan gulma
Tidak beracun bagi manusia dan hewan peliharaan. Buah aman dikonsumsi saat matang.
Informasi alergi
- Risiko alergi
- Sedang
- Pemicu alergi
- Serbuk sari
- Tingkat serbuk sari
- Sedang
Pohon pir menghasilkan serbuk sari yang dapat menyebabkan reaksi alergi ringan pada orang yang sensitif, terutama selama musim berbunga. Mereka yang alergi terhadap serbuk sari mungkin mengalami bersin atau mata gatal. Untuk mengurangi paparan, hindari berada dekat pohon saat berbunga dan tutup jendela selama masa serbuk sari tinggi.
Masalah umum
Masalah umum meliputi penyakit busuk api, kutu daun, dan penyiraman berlebihan yang menyebabkan akar membusuk. Produksi buah yang buruk dapat disebabkan oleh kurangnya penyerbukan atau pemangkasan yang tidak tepat.
Kegunaan
Ditanam terutama untuk buahnya yang dapat dimakan, pohon pir juga dihargai sebagai pohon hias di kebun dan lanskap.
Catatan
Lakukan pemangkasan pada akhir musim dingin hingga awal musim semi sebelum pertumbuhan baru dimulai. Pohon pir mendapat manfaat dari penyerbukan silang, jadi menanam lebih dari satu varietas di dekatnya dapat meningkatkan hasil buah.