poplar putih
Populus alba
Pyramidalis (a popular upright form)
Tentang tanaman ini
Populus alba, dikenal sebagai poplar putih, adalah pohon gugur berukuran sedang hingga besar yang dikenali dari sisi bawah daun yang putih dan berbulu serta kulit batang yang halus. Pohon ini tumbuh cepat dan sering digunakan sebagai pohon peneduh atau penahan angin. Asalnya dari Eropa dan sebagian Asia, dan dihargai karena penampilannya yang dekoratif serta kemampuannya tumbuh di kondisi yang sulit.
Taksonomi
- Genus
- Populus
- Famili
- Salicaceae
- Klasifikasi lebih tinggi
- Ordo Malpighiales
- Jenis tanaman
- Pohon
- Umur hidup
- Tahunan
Asal & persebaran
- Asal wilayah
- Eropa, Asia barat
- Persebaran
- Asli dari Eropa dan Asia barat; banyak ditanam di Amerika Utara dan wilayah beriklim sedang lainnya.
Perawatan
- Preferensi cahaya
- Matahari penuh
- Lokasi yang cocok
- Luar ruangan, Rumah kaca
- Frekuensi siram
- Sedang
- Interval siram
- 7–14 hari
- Kelembapan
- Normal
- Minimum
- -30 °C
- Maksimum
- 40 °C
- Optimal
- 15-25 °C
- Zona ketahanan USDA
- 3-9
- pH media
- 6.0-7.5 (neutral to slightly alkaline)
- Jenis media
- tanah liat berdrainase baik, toleran terhadap tanah miskin
Penyiraman. Sirami secara teratur selama periode kering, terutama untuk pohon muda. Setelah tumbuh kuat, poplar putih tahan kekeringan tetapi mendapat manfaat dari penyiraman dalam sesekali.
Pemupukan. Berikan pupuk pada awal musim semi dengan pupuk seimbang yang dilepaskan secara perlahan untuk mendukung pertumbuhan. Hindari pemupukan berlebihan yang dapat menyebabkan pertumbuhan lemah dan berlebihan.
Poplar putih adalah pohon yang tumbuh cepat dan tahan terhadap kondisi kering. Pohon ini lebih menyukai sinar matahari penuh dan dapat tumbuh di berbagai jenis tanah, tetapi membutuhkan ruang yang cukup untuk berkembang. Pohon ini dapat mengalami masalah jika terlalu banyak disiram atau ditanam di tanah dengan drainase buruk. Pemangkasan rutin membantu menjaga bentuk dan kesehatan pohon.
Perbanyakan
- Metode perbanyakan
- Biji, Stek, Layering
- Tingkat perawatan
- Sedang
Ciri ornamental
- Berbunga
- Ya
- Masa berbunga
- musim semi
Sisi bawah daun yang putih khas, kulit batang abu-abu halus, dan bunga berbentuk kucing (catkin) pada musim semi.
Toksisitas & keamanan
- Beracun bagi manusia
- Tidak beracun
- Beracun bagi hewan peliharaan
- Tidak beracun
- Potensi gulma
- Berpotensi invasif
Tidak beracun bagi manusia dan hewan peliharaan. Aman ditanam di sekitar anak-anak dan hewan.
Informasi alergi
- Risiko alergi
- Tinggi
- Pemicu alergi
- Serbuk sari
- Tingkat serbuk sari
- Tinggi
Populus alba, atau poplar putih, dapat menyebabkan reaksi alergi pada beberapa orang, terutama selama musim serbuk sarinya. Mereka yang sensitif terhadap serbuk sari pohon mungkin mengalami bersin, hidung meler, atau mata gatal. Untuk mengurangi paparan, hindari berada dekat pohon saat melepaskan serbuk sari, biasanya pada musim semi.
Masalah umum
Masalah umum meliputi bercak daun, kanker tanaman, dan hama seperti kutu daun atau ulat. Penyiraman berlebihan atau drainase yang buruk dapat menyebabkan busuk akar. Kadang-kadang pohon menghasilkan tunas akar yang perlu dibuang untuk mencegah penyebaran yang tidak diinginkan.
Kegunaan
Digunakan sebagai pohon peneduh hias, penahan angin, dan pengendali erosi. Kayunya kadang digunakan untuk ukiran dan produksi kertas.
Catatan
Poplar putih dapat menghasilkan tunas akar yang menyebar agresif di beberapa daerah, jadi perlu dipantau dan dikendalikan agar pertumbuhan tidak diinginkan dapat dicegah. Lakukan pemangkasan pada akhir musim dingin atau awal musim semi sebelum pertumbuhan baru dimulai.