Tuberose
Polianthes tuberosa
Double
Tentang tanaman ini
Polianthes tuberosa, atau tuberose, adalah tanaman tahunan yang dikenal dengan tandan bunga putih yang tinggi dan sangat harum. Tanaman ini banyak dibudidayakan untuk aroma manisnya yang digunakan dalam parfum dan sebagai tanaman hias taman. Bunga mekar pada akhir musim panas hingga musim gugur dan sering digunakan dalam rangkaian bunga serta upacara tradisional.
Taksonomi
- Genus
- Polianthes
- Famili
- Asparagaceae
- Klasifikasi lebih tinggi
- Asparagales
- Jenis tanaman
- Tahunan
- Umur hidup
- Tahunan
Asal & persebaran
- Asal wilayah
- Meksiko
- Persebaran
- Asli dari Meksiko, tuberose kini dibudidayakan di seluruh dunia di iklim hangat dan sebagai umbi musim panas di daerah beriklim sedang.
Perawatan
- Preferensi cahaya
- Matahari penuh
- Lokasi yang cocok
- Luar ruangan, Rumah kaca, Balkon
- Arah jendela disukai
- Menghadap selatan, Menghadap barat
- Frekuensi siram
- Sedang
- Interval siram
- 3–7 hari
- Kelembapan
- Normal
- Minimum
- 10 °C
- Maksimum
- 35 °C
- Optimal
- 18–28 °C
- Zona ketahanan USDA
- 8–11
- pH media
- 6.0–7.5
- Jenis media
- tanah liat berdrainase baik
Penyiraman. Sirami secara teratur selama musim tumbuh untuk menjaga tanah tetap lembap tetapi tidak basah. Kurangi penyiraman setelah berbunga dan selama masa dormansi.
Pemupukan. Berikan pupuk seimbang setiap 4 hingga 6 minggu selama musim tumbuh untuk mendorong pertumbuhan sehat dan pembungaan yang melimpah.
Tuberose adalah tanaman yang cukup mudah dirawat, tumbuh subur di tempat yang cerah dengan tanah yang memiliki drainase baik. Tanaman ini membutuhkan penyiraman rutin selama musim tumbuh tetapi tidak boleh terlalu banyak air agar akar tidak membusuk. Di iklim yang lebih dingin, mungkin perlu mengangkat dan menyimpan umbi selama musim dingin.
Perbanyakan
- Metode perbanyakan
- Biji, Pembagian rumpun
- Tingkat perawatan
- Sedang
Ciri ornamental
- Berbunga
- Ya
- Masa berbunga
- musim panas–musim gugur
Tandan bunga putih yang harum dengan daun sempit menyerupai rumput.
Toksisitas & keamanan
- Beracun bagi manusia
- Tidak beracun
- Beracun bagi hewan peliharaan
- Tidak beracun
- Potensi gulma
- Bukan gulma
Tuberose umumnya tidak beracun tetapi hindari menelan umbi. Kontak kulit dengan getah dapat menyebabkan iritasi ringan pada individu yang sensitif.
Informasi alergi
- Risiko alergi
- Sedang
- Pemicu alergi
- Serbuk sari, Aroma
- Tingkat serbuk sari
- Sedang
Polianthes tuberosa, yang dikenal sebagai tuberose, menghasilkan bunga harum yang dapat memicu alergi pada individu yang sensitif, terutama karena aroma dan serbuk sari yang kuat. Orang yang rentan terhadap alergi aroma atau serbuk sari mungkin mengalami bersin, hidung meler, atau iritasi kulit. Untuk mengurangi paparan, letakkan tanaman di area yang berventilasi baik dan hindari kontak langsung dengan bunga jika Anda sensitif.
Masalah umum
Penyiraman berlebihan dapat menyebabkan pembusukan umbi, sedangkan kurang sinar matahari dapat mengurangi pembungaan. Hama seperti kutu daun atau penyakit jamur kadang-kadang dapat menyerang tanaman jika kondisi terlalu lembap.
Kegunaan
Dibudidayakan terutama untuk bunga harum yang digunakan dalam parfum dan taman hias. Juga populer dalam rangkaian bunga potong.
Catatan
Di iklim yang lebih dingin, gali umbi setelah daun mengering dan simpan di tempat yang sejuk dan kering selama musim dingin. Repot atau bagi umbi setiap beberapa tahun untuk menjaga vitalitas tanaman.