Kaktus Old Man of the Andes
Oreocereus trollii
trollii
Tentang tanaman ini
Oreocereus trollii, yang biasa disebut Old Man of the Andes, adalah kaktus yang dikenal dengan duri putihnya yang rapat menyerupai rambut yang menutupi tanaman, memberikan penampilan seperti wol. Tanaman ini tumbuh sebagai kaktus kolumnar dan berasal dari daerah dataran tinggi. Tanaman ini populer sebagai kaktus hias karena penampilannya yang unik dan teksturnya yang menarik.
Taksonomi
- Genus
- Oreocereus
- Famili
- Cactaceae
- Klasifikasi lebih tinggi
- Ordo: Caryophyllales
- Jenis tanaman
- Kaktus
- Umur hidup
- Tahunan
Asal & persebaran
- Asal wilayah
- Bolivia, Peru
- Persebaran
- Asli dari pegunungan Andes tinggi di Bolivia dan Peru; dibudidayakan di seluruh dunia sebagai kaktus hias.
Perawatan
- Preferensi cahaya
- Matahari penuh
- Lokasi yang cocok
- Dalam ruangan, Luar ruangan, Balkon, Rumah kaca
- Arah jendela disukai
- Menghadap selatan, Menghadap barat, Menghadap timur
- Frekuensi siram
- Jarang
- Interval siram
- 14–21 hari
- Kelembapan
- Rendah
- Minimum
- -5 °C
- Maksimum
- 35 °C
- Optimal
- 15-25 °C
- Zona ketahanan USDA
- 9-11
- pH media
- 6.0-7.5 (slightly acidic to neutral)
- Jenis media
- campuran tanah kaktus atau sukulen yang memiliki drainase baik
Penyiraman. Siram secukupnya, biarkan tanah benar-benar kering sebelum disiram kembali. Kurangi penyiraman secara signifikan pada musim dingin saat tanaman dorman.
Pemupukan. Berikan pupuk kaktus seimbang yang diencerkan setengah kekuatan selama musim tumbuh (musim semi dan musim panas), sekitar sekali sebulan. Hindari pemupukan pada musim dingin saat tanaman dorman.
Oreocereus trollii adalah kaktus yang tumbuh lambat dan lebih menyukai sinar matahari terang serta tanah yang memiliki drainase baik. Tanaman ini tahan kekeringan dan hanya membutuhkan penyiraman saat tanah benar-benar kering. Penyiraman berlebihan dapat menyebabkan akar membusuk, sehingga penyiraman harus dilakukan dengan hati-hati. Secara umum perawatannya rendah, tetapi perlu dilindungi dari embun beku.
Perbanyakan
- Metode perbanyakan
- Biji, Stek
- Tingkat perawatan
- Sedang
Ciri ornamental
- Berbunga
- Ya
- Masa berbunga
- musim panas
Duri putih berbulu yang khas menutupi batang, bentuk kolumnar, dan bunga menarik berwarna merah muda kemerahan pada musim panas.
Toksisitas & keamanan
- Beracun bagi manusia
- Tidak beracun
- Beracun bagi hewan peliharaan
- Tidak beracun
- Potensi gulma
- Bukan gulma
Tidak diketahui beracun, tetapi durinya dapat menyebabkan iritasi kulit. Jauhkan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan untuk menghindari cedera.
Informasi alergi
- Risiko alergi
- Rendah
- Pemicu alergi
- Kontak kulit
- Tingkat serbuk sari
- Rendah
Oreocereus trollii tidak diketahui menyebabkan alergi. Namun, durinya dapat mengiritasi kulit jika tersentuh, jadi tangani dengan hati-hati dan gunakan sarung tangan saat memegang tanaman.
Masalah umum
Masalah umum meliputi akar membusuk akibat penyiraman berlebihan dan terbakar matahari jika tiba-tiba terkena sinar matahari intens tanpa adaptasi. Hama jarang terjadi, tetapi bisa termasuk kutu putih (mealybugs).
Kegunaan
Utamanya dibudidayakan sebagai tanaman hias karena penampilan berbulu yang unik dan bunga yang menarik. Cocok untuk koleksi kaktus dan taman batu.
Catatan
Lindungi dari embun beku dan kelembapan berlebih. Repot setiap 2-3 tahun untuk menyegarkan tanah dan memeriksa akar. Tangani dengan hati-hati untuk menghindari cedera akibat duri.