Tanaman Bawang Putih
Mansoa alliacea
None
Tentang tanaman ini
Mansoa alliacea, yang biasa disebut Tanaman Bawang Putih, adalah tanaman merambat tropis yang dikenal dengan kumpulan bunga berbentuk terompet berwarna ungu dan bau seperti bawang putih saat daun atau batangnya dihancurkan. Tanaman ini sering dibudidayakan sebagai tanaman hias merambat pada teralis, pagar, atau pergola. Tanaman ini dihargai karena pertumbuhannya yang cepat dan bunga yang menarik yang menambah warna serta aroma di taman.
Taksonomi
- Genus
- Mansoa
- Famili
- Bignoniaceae
- Klasifikasi lebih tinggi
- Ordo Lamiales
- Jenis tanaman
- Tanaman merambat
- Umur hidup
- Tahunan
Asal & persebaran
- Asal wilayah
- Hutan hujan Amazon, Amerika Selatan
- Persebaran
- Asli dari wilayah hutan hujan Amazon di Amerika Selatan; banyak dibudidayakan di taman tropis dan subtropis di seluruh dunia.
Perawatan
- Preferensi cahaya
- Matahari penuh
- Lokasi yang cocok
- Luar ruangan, Balkon, Rumah kaca, Dalam ruangan
- Arah jendela disukai
- Menghadap selatan, Menghadap barat, Menghadap timur
- Frekuensi siram
- Sedang
- Interval siram
- 3–7 hari
- Kelembapan
- Normal
- Minimum
- 10 °C
- Maksimum
- 35 °C
- Optimal
- 18–28 °C
- Zona ketahanan USDA
- 10–12
- pH media
- 6.0–7.5 (slightly acidic to neutral)
- Jenis media
- tanah liat berdrainase baik atau campuran media tanam
Penyiraman. Sirami secara teratur untuk menjaga tanah tetap lembap tetapi tidak tergenang. Biarkan lapisan atas tanah sekitar satu inci mengering sebelum disiram kembali. Kurangi penyiraman pada bulan-bulan yang lebih dingin saat pertumbuhan tanaman melambat.
Pemupukan. Berikan pupuk larut air yang seimbang setiap 4 hingga 6 minggu selama musim tumbuh (musim semi hingga musim panas). Kurangi pemupukan pada musim gugur dan musim dingin saat pertumbuhan melambat.
Mansoa alliacea adalah tanaman merambat yang tumbuh cepat dan menyukai tempat yang cerah serta tanah yang memiliki drainase baik. Tanaman ini cukup tahan banting namun membutuhkan penyiraman rutin saat musim kering. Waspadai penyiraman berlebihan yang dapat menyebabkan masalah akar. Pemangkasan membantu menjaga tanaman tetap rapi dan merangsang lebih banyak bunga.
Perbanyakan
- Metode perbanyakan
- Stek
- Tingkat perawatan
- Sedang
Ciri ornamental
- Berbunga
- Ya
- Masa berbunga
- musim semi–musim panas
Kumpulan bunga berbentuk terompet berwarna ungu dan daun hijau mengkilap; mengeluarkan aroma bawang putih saat daun dihancurkan.
Toksisitas & keamanan
- Beracun bagi manusia
- Tidak beracun
- Beracun bagi hewan peliharaan
- Tidak beracun
- Potensi gulma
- Bukan gulma
Tidak beracun bagi manusia dan hewan peliharaan; aman untuk diletakkan di sekitar anak-anak dan hewan.
Informasi alergi
- Risiko alergi
- Rendah
- Pemicu alergi
- Getah atau lateks, Kontak kulit
- Tingkat serbuk sari
- Rendah
Mansoa alliacea dapat menyebabkan iritasi kulit ringan pada beberapa orang yang sensitif terhadap getahnya. Tanaman ini menghasilkan sedikit serbuk sari yang tersebar di udara, sehingga kecil kemungkinannya memicu alergi serbuk sari. Untuk mengurangi risiko, hindari kontak langsung dengan getah dan cuci tangan setelah menangani tanaman.
Masalah umum
Penyiraman berlebihan dapat menyebabkan akar membusuk. Dalam kondisi cahaya rendah, tanaman mungkin tumbuh memanjang dan menghasilkan bunga lebih sedikit. Kadang-kadang hama seperti kutu daun atau tungau laba-laba dapat muncul, tetapi biasanya masih dapat dikendalikan.
Kegunaan
Dibudidayakan terutama sebagai tanaman hias merambat karena bunga yang menarik dan aroma yang menyenangkan. Dapat digunakan untuk menutupi pagar, teralis, atau pergola, menambah keindahan dan aroma di ruang luar.
Catatan
Pangkas setelah berbunga untuk mengontrol ukuran dan mendorong pertumbuhan yang lebih rimbun. Tanaman ini dapat ditanam di dalam ruangan pada tempat yang terang tetapi mungkin berbunga lebih sedikit. Tanaman ini sensitif terhadap embun beku dan harus dilindungi atau dibawa ke dalam ruangan di iklim yang lebih dingin.