Melati Jepang
Lonicera japonica
Hall's Prolific
Tentang tanaman ini
Melati Jepang adalah tanaman merambat yang kuat dan dikenal dengan bunga beraroma manis berwarna putih hingga kuning yang mekar pada akhir musim semi hingga musim panas. Tanaman ini sering digunakan sebagai penutup tanah atau untuk menutupi pagar dan teralis. Tanaman ini dihargai karena bunganya yang menarik dan kemampuannya menutupi area luas dengan cepat, namun dapat menjadi invasif di beberapa wilayah.
Taksonomi
- Genus
- Lonicera
- Famili
- Caprifoliaceae
- Klasifikasi lebih tinggi
- Dipsacales
- Jenis tanaman
- Tanaman merambat
- Umur hidup
- Tahunan
Asal & persebaran
- Asal wilayah
- Jepang, Korea, Cina
- Persebaran
- Asli dari Asia Timur, banyak dibudidayakan dan telah menyebar secara alami di Amerika Utara, Eropa, dan wilayah beriklim sedang lainnya.
Perawatan
- Preferensi cahaya
- Matahari sebagian
- Lokasi yang cocok
- Luar ruangan, Balkon, Rumah kaca
- Arah jendela disukai
- Menghadap selatan, Menghadap barat, Menghadap timur
- Frekuensi siram
- Sedang
- Interval siram
- 3–10 hari
- Kelembapan
- Normal
- Minimum
- -30 °C
- Maksimum
- 35 °C
- Optimal
- 15–25 °C
- Zona ketahanan USDA
- 4–9
- pH media
- 6.0–7.5
- Jenis media
- tanah liat berdrainase baik, tanah berpasir atau tanah liat
Penyiraman. Sirami secara teratur selama musim tumbuh untuk menjaga tanah tetap lembap tetapi tidak tergenang air. Kurangi penyiraman pada musim dingin.
Pemupukan. Berikan pupuk seimbang yang dilepaskan secara lambat pada awal musim semi. Pemupukan tambahan selama musim tumbuh dapat mendukung pertumbuhan sehat, tetapi biasanya tidak diperlukan.
Japanese honeysuckle adalah tanaman merambat yang tahan banting dan tumbuh cepat, dapat mentolerir berbagai kondisi cahaya dari sinar matahari penuh hingga teduh sebagian. Tanaman ini menyukai tanah yang mengalirkan air dengan baik dan penyiraman teratur, namun dapat tahan kekeringan setelah tumbuh kuat. Pemangkasan diperlukan untuk mengendalikan pertumbuhan dan mencegah tanaman menjadi invasif.
Perbanyakan
- Metode perbanyakan
- Stek, Layering, Biji
- Tingkat perawatan
- Sedang
Ciri ornamental
- Berbunga
- Ya
- Masa berbunga
- akhir musim semi–musim panas
Bunga tabung beraroma yang berubah warna dari putih ke kuning, daun hijau mengkilap, dan bentuk tanaman merambat.
Toksisitas & keamanan
- Beracun bagi manusia
- Sedikit beracun
- Beracun bagi hewan peliharaan
- Sedikit beracun
- Potensi gulma
- Berpotensi invasif
Buah beri sedikit beracun jika dimakan dalam jumlah banyak; jauhkan dari anak-anak dan hewan peliharaan untuk menghindari tertelan.
Informasi alergi
- Risiko alergi
- Sedang
- Pemicu alergi
- Serbuk sari, Kontak kulit
- Tingkat serbuk sari
- Sedang
Japanese honeysuckle dapat menyebabkan reaksi alergi pada beberapa orang, terutama yang sensitif terhadap serbuk sari. Pemicu utama adalah serbuk sarinya, yang dapat menyebabkan bersin atau mata gatal selama masa berbunga. Untuk mengurangi paparan, hindari menyentuh bunga dan tutup jendela saat puncak berbunga.
Masalah umum
Jika terlalu banyak disiram, tanaman dapat mengalami busuk akar. Tanpa pemangkasan, tanaman dapat tumbuh agresif dan menyingkirkan tanaman lain. Kadang-kadang dapat menarik kutu daun atau serangga sisik.
Kegunaan
Digunakan sebagai tanaman merambat hias untuk menutupi pagar, dinding, dan teralis. Juga digunakan untuk pengendalian erosi dan penutup tanah di beberapa daerah.
Catatan
Pemangkasan rutin penting untuk menjaga tanaman tetap terkendali dan mencegah penyebaran yang terlalu agresif. Tanaman dapat dilatih pada teralis atau pagar. Berhati-hatilah di wilayah yang menganggapnya invasif dan periksa pedoman lokal.