Tanaman Saraf
Fittonia albivenis
Albivenis
Tentang tanaman ini
Fittonia albivenis, yang biasa disebut Tanaman Saraf, dikenal dengan daun hijau mencolok yang memiliki urat putih atau merah muda menyerupai jaringan saraf. Tanaman kecil yang merambat ini sering digunakan sebagai tanaman hias dalam ruangan atau di terarium. Asli dari hutan hujan tropis, tanaman ini tumbuh subur di lingkungan hangat dan lembap serta menambah warna pada ruang dalam ruangan.
Taksonomi
- Genus
- Fittonia
- Famili
- Acanthaceae
- Klasifikasi lebih tinggi
- Ordo Lamiales
- Jenis tanaman
- Tanaman hias indoor
- Umur hidup
- Tahunan
Asal & persebaran
- Asal wilayah
- Peru, Amerika Selatan
- Persebaran
- Asli dari hutan hujan tropis Amerika Selatan, terutama Peru; banyak dibudidayakan di seluruh dunia sebagai tanaman hias dalam ruangan.
Perawatan
- Preferensi cahaya
- Cahaya terang tidak langsung
- Lokasi yang cocok
- Dalam ruangan, Rumah kaca, Balkon
- Arah jendela disukai
- Menghadap utara, Menghadap timur, Menghadap timur laut, Menghadap barat laut
- Frekuensi siram
- Sedang
- Interval siram
- 2–4 hari
- Kelembapan
- Tinggi
- Minimum
- 15 °C
- Maksimum
- 27 °C
- Optimal
- 18-24 °C
- Zona ketahanan USDA
- 10-12
- pH media
- 5.5-6.5
- Jenis media
- campuran tanah pot yang mengalirkan air dengan baik dan mampu mempertahankan kea
Penyiraman. Jaga tanah tetap lembap secara konsisten tetapi tidak tergenang air. Siram saat lapisan atas tanah sekitar satu inci terasa kering. Tingkatkan kelembapan dengan menyemprot daun atau menggunakan nampan kelembapan.
Pemupukan. Berikan pupuk larut air yang seimbang dengan konsentrasi setengah kekuatan setiap 4 hingga 6 minggu selama musim pertumbuhan (musim semi dan musim panas). Hindari pemupukan di musim dingin saat pertumbuhan melambat.
Fittonia albivenis adalah tanaman tropis yang halus dan lebih menyukai cahaya tidak langsung serta kelembapan tinggi. Tanaman ini membutuhkan penyiraman rutin untuk menjaga tanah tetap lembap tetapi tidak basah. Jika kondisi terlalu kering atau cahaya terlalu kuat, daunnya bisa layu atau kehilangan warna. Memerlukan perawatan sedang dan mendapat manfaat dari penyemprotan sesekali.
Perbanyakan
- Metode perbanyakan
- Stek, Pembagian rumpun
- Tingkat perawatan
- Sedang
Ciri ornamental
- Berbunga
- Tidak
Daun dengan urat menarik berwarna kontras, bentuk merambat dan tumbuh rendah.
Toksisitas & keamanan
- Beracun bagi manusia
- Tidak beracun
- Beracun bagi hewan peliharaan
- Tidak beracun
- Potensi gulma
- Bukan gulma
Tidak beracun bagi manusia dan hewan peliharaan, aman untuk ditempatkan di sekitar anak-anak dan hewan.
Informasi alergi
- Risiko alergi
- Rendah
- Pemicu alergi
- Kontak kulit
- Tingkat serbuk sari
- Tidak ada
Fittonia albivenis dapat menyebabkan iritasi kulit ringan pada individu yang sensitif akibat kontak dengan daunnya. Tanaman ini tidak menghasilkan serbuk sari yang tersebar di udara, sehingga kecil kemungkinannya memicu alergi serbuk sari. Untuk mengurangi risiko, hindari kontak kulit yang berkepanjangan dan cuci tangan setelah menangani tanaman.
Masalah umum
Masalah umum meliputi daun yang layu akibat kurang air atau udara kering, daun menguning karena penyiraman berlebihan, dan daun mengering jika terkena sinar matahari langsung atau kelembapan rendah.
Kegunaan
Utamanya dibudidayakan sebagai tanaman hias dalam ruangan karena daun berwarnanya; populer di terarium dan sebagai penutup tanah di area dalam ruangan yang teduh.
Catatan
Pangkas secara teratur untuk mendorong pertumbuhan yang lebih rimbun dan buang daun yang mati. Ganti pot setiap 1-2 tahun untuk menyegarkan tanah. Sensitif terhadap angin dingin dan perubahan suhu mendadak.