Lilin Gurun
Euphorbia abyssinica
Abyssinica
Tentang tanaman ini
Euphorbia abyssinica, yang biasa disebut Lilin Gurun, adalah sukulen tinggi berbentuk kolom dengan batang hijau beralur yang menyerupai lilin. Tanaman ini menghasilkan bunga kecil berwarna kuning dan memiliki bentuk arsitektural unik yang membuatnya populer sebagai tanaman hias dalam ruangan atau di taman kering. Tanaman ini berasal dari Afrika Timur dan sangat cocok dengan iklim panas dan kering. Getah tanaman berwarna putih susu dan dapat mengiritasi kulit atau mata.
Taksonomi
- Genus
- Euphorbia
- Famili
- Euphorbiaceae
- Klasifikasi lebih tinggi
- Ordo Malpighiales
- Jenis tanaman
- Sukulen
- Umur hidup
- Tahunan
Asal & persebaran
- Asal wilayah
- Ethiopia, Afrika Timur
- Persebaran
- Asli dari Ethiopia dan wilayah sekitarnya di Afrika Timur; dibudidayakan di daerah kering di seluruh dunia.
Perawatan
- Preferensi cahaya
- Matahari penuh
- Lokasi yang cocok
- Dalam ruangan, Luar ruangan, Balkon, Rumah kaca
- Arah jendela disukai
- Menghadap selatan, Menghadap barat, Menghadap timur
- Frekuensi siram
- Jarang
- Interval siram
- 14–21 hari
- Kelembapan
- Rendah
- Minimum
- 10 °C
- Maksimum
- 35 °C
- Optimal
- 18-26 °C
- Zona ketahanan USDA
- 9-11
- pH media
- 6.0-7.5 (neutral to slightly acidic)
- Jenis media
- campuran tanah kaktus atau sukulen yang memiliki drainase baik
Penyiraman. Siram secukupnya, biarkan tanah benar-benar kering di antara penyiraman. Penyiraman berlebihan dapat menyebabkan pembusukan akar. Kurangi penyiraman saat musim dingin ketika tanaman dalam keadaan dorman.
Pemupukan. Berikan pupuk secara ringan selama musim tumbuh (musim semi dan musim panas) dengan pupuk seimbang yang diencerkan sekali sebulan. Hindari pemupukan pada musim dingin saat tanaman dorman.
Euphorbia abyssinica adalah sukulen yang tangguh yang menyukai cahaya terang dan dapat bertahan dengan baik dalam kondisi kering. Tanaman ini membutuhkan tanah yang memiliki drainase baik dan harus disiram secara hemat untuk menghindari pembusukan akar. Waspadai getah yang dapat mengiritasi kulit, dan tangani dengan hati-hati. Secara umum, tanaman ini memerlukan perawatan rendah setelah tumbuh dengan baik.
Perbanyakan
- Metode perbanyakan
- Stek, Biji
- Tingkat perawatan
- Sedang
Ciri ornamental
- Berbunga
- Ya
- Masa berbunga
- musim semi
Batang hijau tinggi beralur menyerupai lilin; bunga kecil berwarna kuning; bentuk arsitektural
Toksisitas & keamanan
- Beracun bagi manusia
- Sedikit beracun
- Beracun bagi hewan peliharaan
- Sedikit beracun
- Potensi gulma
- Bukan gulma
Getah berwarna putih susu bersifat toksik dan dapat menyebabkan iritasi kulit serta kerusakan mata. Jauhkan dari anak-anak dan hewan peliharaan. Segera cuci kulit jika terjadi kontak.
Informasi alergi
- Risiko alergi
- Rendah
- Pemicu alergi
- Getah atau lateks, Kontak kulit
- Tingkat serbuk sari
- Rendah
Euphorbia abyssinica dapat menyebabkan iritasi kulit jika Anda menyentuh getahnya yang berwarna putih susu dan dapat berbahaya. Orang dengan kulit sensitif atau alergi lateks harus berhati-hati. Hindari kontak dengan getah dan cuci tangan jika menyentuh tanaman ini. Jauhkan dari anak-anak dan hewan peliharaan untuk mencegah kontak tidak sengaja.
Masalah umum
Penyiraman berlebihan dapat menyebabkan pembusukan akar. Cahaya rendah dapat membuat tanaman tumbuh lemah dan memanjang. Getah dapat menyebabkan iritasi kulit jika tersentuh. Hama jarang terjadi tetapi waspadai kutu putih (mealybugs).
Kegunaan
Utamanya dibudidayakan sebagai tanaman hias karena bentuknya yang mencolok dan ketahanannya terhadap kekeringan. Kadang digunakan dalam xeriscaping dan taman kering.
Catatan
Saat memangkas atau memindahkan tanaman, gunakan sarung tangan untuk menghindari kontak dengan getah. Repotting dilakukan setiap 2-3 tahun untuk menyegarkan tanah dan mendukung pertumbuhan. Lindungi dari embun beku karena tanaman ini sensitif terhadap suhu dingin.