Pakis Musim Gugur
Dryopteris erythrosora
Tentang tanaman ini
Dryopteris erythrosora, yang dikenal sebagai Pakis Musim Gugur, adalah pakis hijau abadi yang indah dan dihargai karena daun mudanya yang berwarna tembaga-merah yang kemudian berubah menjadi hijau mengkilap saat dewasa. Tanaman ini menambah tampilan lebat dan bertekstur pada taman yang teduh maupun ruang dalam ruangan. Pakis ini tumbuh lambat dan membentuk rumpun rapi, sehingga populer untuk batas taman, taman hutan, dan sebagai tanaman hias dalam ruangan.
Taksonomi
- Genus
- Dryopteris
- Famili
- Dryopteridaceae
- Klasifikasi lebih tinggi
- Polypodiopsida (pakis)
- Jenis tanaman
- Tahunan
- Umur hidup
- Tahunan
Asal & persebaran
- Asal wilayah
- Jepang, Cina, Korea
- Persebaran
- Asli dari Asia Timur, termasuk Jepang, Cina, dan Korea; banyak dibudidayakan di wilayah beriklim sedang di seluruh dunia.
Perawatan
- Preferensi cahaya
- Teduh sebagian
- Lokasi yang cocok
- Dalam ruangan, Luar ruangan, Balkon, Rumah kaca
- Arah jendela disukai
- Menghadap utara, Menghadap timur, Menghadap timur laut
- Frekuensi siram
- Sedang
- Interval siram
- 3–7 hari
- Kelembapan
- Tinggi
- Minimum
- -20 °C
- Maksimum
- 30 °C
- Optimal
- 15-24 °C
- Zona ketahanan USDA
- 5-9
- pH media
- 5.5-6.5 (slightly acidic to neutral)
- Jenis media
- tanah kaya humus yang subur dan memiliki drainase baik
Penyiraman. Jaga tanah tetap lembap secara konsisten tetapi tidak tergenang air. Siram saat lapisan atas tanah setebal satu inci terasa kering. Tingkatkan kelembapan dengan menyemprot daun atau meletakkan tanaman dekat pelembap udara, terutama di dalam ruangan.
Pemupukan. Berikan pupuk seimbang yang larut dalam air dengan konsentrasi setengah dari dosis normal sekali sebulan selama musim tumbuh (musim semi hingga awal musim gugur). Hindari pemberian pupuk berlebihan yang dapat merusak tanaman.
Dryopteris erythrosora adalah pakis yang tahan banting dan tumbuh baik di area yang teduh atau setengah teduh dengan tanah yang lembap dan memiliki drainase baik. Tanaman ini memerlukan perawatan minimal namun mendapat manfaat dari penyiraman rutin agar tanah tetap sedikit lembap. Hindari sinar matahari langsung yang dapat membakar daunnya, dan pastikan sirkulasi udara yang baik untuk mencegah masalah jamur.
Perbanyakan
- Metode perbanyakan
- Pembagian rumpun, Stek
- Tingkat perawatan
- Mudah
Ciri ornamental
- Berbunga
- Tidak
Daun muda berwarna tembaga-merah yang menarik yang berubah menjadi hijau tua saat dewasa, daun mengkilap, dan bentuk rumpun yang rapi.
Toksisitas & keamanan
- Beracun bagi manusia
- Tidak beracun
- Beracun bagi hewan peliharaan
- Tidak beracun
- Potensi gulma
- Bukan gulma
Tidak beracun bagi manusia dan hewan peliharaan, aman untuk diletakkan di sekitar anak-anak dan hewan.
Informasi alergi
- Risiko alergi
- Rendah
- Pemicu alergi
- Kontak kulit
- Tingkat serbuk sari
- Tidak ada
Dryopteris erythrosora umumnya aman bagi kebanyakan orang dan tidak menghasilkan serbuk sari yang menyebabkan alergi di udara. Namun, beberapa individu dengan kulit sensitif mungkin mengalami iritasi ringan jika menyentuh daun pakis ini. Untuk mengurangi risiko, gunakan sarung tangan saat menangani tanaman dan cuci tangan setelahnya.
Masalah umum
Jika terlalu banyak disiram, akar bisa membusuk; kekurangan air dapat menyebabkan daun mengering dan berubah coklat. Sinar matahari langsung dapat menyebabkan daun terbakar. Kadang-kadang, hama seperti siput atau kutu sisik dapat muncul namun biasanya masih dapat dikendalikan.
Kegunaan
Utamanya dibudidayakan sebagai tanaman hias untuk taman yang teduh, area hutan, dan dekorasi dalam ruangan karena daunnya yang menarik.
Catatan
Pangkas daun tua atau yang rusak pada awal musim semi untuk merangsang pertumbuhan baru. Repot tanaman setiap 2-3 tahun jika ditanam di dalam ruangan untuk menyegarkan tanah dan memberi ruang bagi akar. Sensitif terhadap udara kering, jadi semprot secara rutin atau gunakan nampan kelembapan di dalam ruangan.