Rumput Kepiting (Digitaria sanguinalis)

Common Crabgrass

Tentang tanaman ini

Digitaria sanguinalis, yang biasa disebut rumput kepiting, adalah rumput yang tumbuh cepat dan dikenal karena kebiasaannya menyebar serta kemampuannya tumbuh di tanah yang terganggu. Daunnya kasar dan menghasilkan kepala biji yang menyerupai kaki kepiting. Sering dianggap gulma, rumput ini dapat dengan cepat menutupi halaman atau kebun jika tidak dikendalikan. Meski demikian, rumput ini tahan kekeringan dan dapat digunakan untuk pengendalian erosi di beberapa daerah.

Taksonomi

Famili
Poaceae
Genus
Digitaria
Jenis tanaman
Setahunan
Umur hidup
Setahunan

Klasifikasi lebih tinggi: Ordo Poales

Asal & persebaran

Asal wilayah
Eropa, Asia
Persebaran
Sebarannya luas di seluruh dunia, terutama di daerah beriklim sedang dan tropis termasuk Amerika Utara, Eropa, Asia, dan Afrika.

Perawatan

Matahari penuh Cahaya
3–7 hari Penyiraman
-5–35 °C Suhu
Normal Kelembapan
Mudah Tingkat perawatan
Lokasi yang cocok
Luar ruangan, Balkon
Zona ketahanan USDA
5-10
pH media
6.0-7.5
Jenis media
tanah yang memiliki drainase baik, dari miskin hingga sedang

Penyiraman. Sirami secara sedang; rumput kepiting tahan kekeringan tetapi tumbuh terbaik dengan penyiraman sesekali saat musim kering.

Pemupukan. Rumput kepiting umumnya tidak memerlukan pemupukan dan dapat tumbuh di tanah yang miskin. Jika ditanam secara sengaja, pupuk seimbang dapat diberikan pada musim semi untuk mendorong pertumbuhan.

Rumput kepiting adalah rumput yang tangguh dan tumbuh cepat yang berkembang di tanah miskin dan tempat yang terkena sinar matahari langsung. Perawatannya sedikit tetapi dapat menjadi invasif jika tidak dikendalikan. Rumput ini tumbuh cepat dan mudah menyebar, sehingga pemangkasan atau penghilangan secara rutin diperlukan untuk mengendalikannya.

Perbanyakan

Metode perbanyakan
Biji

Ciri ornamental

Berbunga
Ya
Masa berbunga
musim panas

Daun hijau kasar dengan kepala biji yang menyebar khas yang menyerupai kaki kepiting.

Toksisitas & keamanan

Beracun bagi manusiaTidak beracun
Beracun bagi hewan peliharaanTidak beracun
Potensi gulmaInvasif

Rumput kepiting tidak beracun bagi manusia dan hewan peliharaan.

Informasi alergi

Rendah Risiko alergi
Sedang Tingkat serbuk sari

Digitaria sanguinalis, yang juga dikenal sebagai rumput kepiting, dapat menghasilkan serbuk sari yang mungkin menyebabkan reaksi alergi ringan pada individu yang sensitif, terutama selama musim berbunga. Orang yang alergi terhadap serbuk sari rumput mungkin mengalami bersin atau mata gatal. Untuk mengurangi paparan, hindari area dengan rumput kepiting yang lebat selama puncak waktu serbuk sari dan tutup jendela jika tingkat serbuk sari tinggi.

Masalah umum

Rumput kepiting dapat menjadi invasif dan menyingkirkan tanaman lain. Rumput ini juga mungkin mati saat kondisi sangat dingin atau sangat kering. Penyiraman berlebihan dapat menyebabkan masalah jamur, tetapi secara umum rumput ini tahan banting dan perawatannya rendah.

Kegunaan

Utamanya dianggap sebagai gulma, rumput kepiting dapat digunakan untuk pengendalian erosi dan sebagai pakan ternak di beberapa wilayah.

Catatan

Pemotongan atau pencabutan secara rutin dianjurkan untuk mencegah rumput kepiting menguasai halaman atau bedeng taman. Rumput ini bisa sensitif terhadap musim dingin yang keras dan mungkin mati saat terjadi embun beku di daerah rawan.

Unduh BotanicMate gratis dan kenali tanaman pertama Anda dalam hitungan detik.

Dapatkan diGoogle Play Unduh diApp Store