Jahe Biru

Dichorisandra thyrsiflora

Tentang tanaman ini

Dichorisandra thyrsiflora, yang biasa dikenal sebagai Jahe Biru, adalah tanaman tropis dengan bunga biru mencolok dan daun hijau lebat. Meskipun namanya jahe, tanaman ini bukan jahe sejati tetapi dihargai karena keindahan hiasannya. Sering digunakan sebagai tanaman hias di taman dan ruang dalam ruangan di iklim hangat.

Taksonomi

Genus
Dichorisandra
Famili
Commelinaceae
Klasifikasi lebih tinggi
Commelinales
Jenis tanaman
Tahunan
Umur hidup
Tahunan

Asal & persebaran

Asal wilayah
Brasil
Persebaran
Asli dari Brasil, tanaman ini dibudidayakan di wilayah tropis dan subtropis di seluruh dunia sebagai tanaman hias.

Perawatan

Preferensi cahaya
Teduh sebagian
Lokasi yang cocok
Dalam ruangan, Luar ruangan, Balkon, Rumah kaca
Arah jendela disukai
Menghadap timur, Menghadap tenggara, Menghadap selatan
Frekuensi siram
Sedang
Interval siram
3–7 hari
Kelembapan
Tinggi
Minimum
10 °C
Maksimum
35 °C
Optimal
18-26 °C
Zona ketahanan USDA
9-11
pH media
5.5-7.0
Jenis media
tanah liat berdrainase baik, kaya bahan organik

Penyiraman. Jaga tanah tetap lembap secara konsisten tetapi tidak tergenang. Siram saat lapisan atas tanah setebal satu inci terasa kering. Kurangi penyiraman pada bulan yang lebih dingin.

Pemupukan. Berikan pupuk cair seimbang setiap 4-6 minggu selama musim tumbuh (musim semi dan musim panas). Kurangi pemupukan pada musim gugur dan musim dingin saat pertumbuhan melambat.

Dichorisandra thyrsiflora adalah tanaman yang tahan banting, tumbuh cepat, dan tahan terhadap naungan. Tanaman ini menyukai tanah yang lembap dan memiliki drainase baik serta penyiraman yang teratur, namun tidak suka tanah yang tergenang air. Secara umum perawatannya mudah dan cocok untuk pemula.

Perbanyakan

Metode perbanyakan
Stek, Pembagian rumpun
Tingkat perawatan
Mudah

Ciri ornamental

Berbunga
Ya
Masa berbunga
musim panas

Bunga tabung berwarna biru cerah, daun hijau mengkilap, bentuk rumpun tegak.

Toksisitas & keamanan

Beracun bagi manusia
Tidak beracun
Beracun bagi hewan peliharaan
Tidak beracun
Potensi gulma
Bukan gulma

Tidak diketahui beracun bagi manusia atau hewan peliharaan, tetapi getahnya dapat menyebabkan iritasi kulit ringan. Jauhkan dari anak-anak dan hewan peliharaan untuk menghindari konsumsi tidak sengaja.

Informasi alergi

Risiko alergi
Rendah
Pemicu alergi
Getah atau lateks, Kontak kulit
Tingkat serbuk sari
Tidak ada

Dichorisandra thyrsiflora dapat menyebabkan iritasi kulit ringan pada individu yang sensitif akibat kontak dengan getahnya. Orang yang sensitif terhadap getah tanaman sebaiknya menangani dengan hati-hati dan menggunakan sarung tangan saat memangkas atau memindahkan tanaman. Tanaman ini tidak menghasilkan serbuk sari yang biasanya menyebabkan alergi.

Masalah umum

Penyiraman berlebihan dapat menyebabkan akar membusuk, sementara kekurangan air dapat menyebabkan tanaman layu. Tanaman ini juga dapat terserang hama seperti kutu daun atau tungau laba-laba jika tidak diawasi.

Kegunaan

Utamanya dibudidayakan sebagai tanaman hias karena bunga birunya yang menarik dan daun yang lebat. Cocok untuk bedengan taman, pot, dan dekorasi dalam ruangan.

Catatan

Pangkas setelah berbunga untuk mempertahankan bentuk dan mendorong pertumbuhan yang lebih rimbun. Ganti pot setiap 2-3 tahun atau saat akar sudah penuh. Lindungi dari angin dingin dan suhu di bawah 10°C (50°F).

Unduh BotanicMate gratis dan kenali tanaman pertama Anda dalam hitungan detik.

Dapatkan diGoogle Play Unduh diApp Store