Cotoneaster Batu
Cotoneaster horizontalis
Tentang tanaman ini
Cotoneaster horizontalis, yang dikenal sebagai Cotoneaster Batu, adalah semak rendah yang menyebar dengan cabang berbentuk kipas yang khas membentuk pola seperti kisi yang rapi. Daunnya kecil berwarna hijau tua yang berubah menjadi merah saat musim gugur dan menghasilkan bunga putih kecil diikuti buah beri merah cerah. Tanaman ini sering digunakan sebagai penutup tanah atau untuk pengendalian erosi di lereng karena pertumbuhannya yang rapat dan penampilannya yang menarik.
Taksonomi
- Genus
- Cotoneaster
- Famili
- Rosaceae
- Jenis tanaman
- Semak
Asal & persebaran
- Asal wilayah
- Cina, Tibet, Nepal
- Persebaran
- Banyak dibudidayakan di daerah beriklim sedang di seluruh dunia sebagai semak hias.
Perawatan
- Preferensi cahaya
- Matahari penuh
- Lokasi yang cocok
- Luar ruangan, Balkon, Rumah kaca
- Frekuensi siram
- Sedang
- Interval siram
- 7–14 hari
- Kelembapan
- Normal
- Minimum
- -30 °C
- Maksimum
- 35 °C
- Optimal
- 15-25 °C
- Zona ketahanan USDA
- 5-8
- pH media
- 6.0-7.5 (neutral to slightly acidic)
- Jenis media
- tanah liat berdrainase baik, dapat beradaptasi dengan berbagai jenis tanah
Penyiraman. Sirami secara teratur selama periode kering, terutama saat baru ditanam. Setelah tumbuh kuat, tanaman ini cukup tahan kekeringan.
Pemupukan. Berikan pupuk seimbang dengan pelepasan lambat pada awal musim semi untuk mendukung pertumbuhan sehat dan produksi buah beri.
Rock Cotoneaster adalah semak yang tahan banting dan dapat tumbuh di berbagai jenis tanah dan kondisi cahaya, namun lebih menyukai sinar matahari penuh untuk produksi buah beri yang optimal. Perawatannya relatif mudah tetapi dapat tumbuh terlalu lebat jika tidak dipangkas secara berkala. Waspadai serangan kutu sisik dan penyakit hawar api di beberapa daerah.
Perbanyakan
- Metode perbanyakan
- Stek, Biji
- Tingkat perawatan
- Mudah
Ciri ornamental
- Berbunga
- Ya
- Masa berbunga
- musim semi
Cabang berbentuk kipas yang menarik, bunga putih kecil di musim semi, buah beri merah cerah di musim gugur, dan daun berwarna-warni saat musim gugur.
Toksisitas & keamanan
- Beracun bagi manusia
- Tidak beracun
- Beracun bagi hewan peliharaan
- Tidak beracun
- Potensi gulma
- Penyebaran rendah
Aman di sekitar anak-anak dan hewan peliharaan; tidak diketahui beracun.
Masalah umum
Rentan terhadap hawar api, kutu sisik, dan kutu daun jika kondisi kurang baik. Penyiraman berlebihan atau drainase yang buruk dapat menyebabkan akar membusuk.
Kegunaan
Digunakan sebagai penutup tanah, di taman batu, untuk pengendalian erosi di lereng, dan sebagai semak hias di lanskap.
Catatan
Pangkas pada akhir musim dingin atau awal musim semi untuk mempertahankan bentuk dan menghilangkan kayu mati. Tanaman ini tahan terhadap pemangkasan dan akan tumbuh segar kembali.