Kinchona Merah
Cinchona pubescens
Pubescens
Tentang tanaman ini
Cinchona pubescens, yang dikenal sebagai Kinchona Merah, adalah pohon berukuran sedang yang terkenal dengan kulit kayunya yang mengandung kina, digunakan untuk mengobati malaria. Kulit kayunya kasar dan daunnya lebar dengan tekstur sedikit berbulu. Pohon ini menghasilkan bunga kecil berwarna putih hingga merah muda dan dihargai baik karena sifat obatnya maupun sebagai tanaman hias di taman dan taman kota.
Taksonomi
- Genus
- Cinchona
- Famili
- Rubiaceae
- Klasifikasi lebih tinggi
- Gentianales
- Jenis tanaman
- Pohon
- Umur hidup
- Tahunan
Asal & persebaran
- Asal wilayah
- Ekuador, Peru
- Persebaran
- Asli dari wilayah Andes di Amerika Selatan, terutama di Ekuador dan Peru. Telah diperkenalkan ke daerah tropis lain di seluruh dunia.
Perawatan
- Preferensi cahaya
- Matahari sebagian
- Lokasi yang cocok
- Luar ruangan, Rumah kaca
- Arah jendela disukai
- Menghadap timur, Menghadap selatan
- Frekuensi siram
- Sedang
- Interval siram
- 5–10 hari
- Kelembapan
- Normal
- Minimum
- 10 °C
- Maksimum
- 30 °C
- Optimal
- 15-25 °C
- Zona ketahanan USDA
- 9-11
- pH media
- 5.5-6.5 (slightly acidic to neutral)
- Jenis media
- tanah liat berdrainase baik
Penyiraman. Siram secukupnya, biarkan lapisan atas tanah sedikit mengering di antara penyiraman. Hindari genangan air untuk mencegah pembusukan akar.
Pemupukan. Berikan pupuk seimbang dengan pelepasan lambat pada awal musim semi dan pertengahan musim panas untuk mendukung pertumbuhan yang sehat. Hindari pemupukan berlebihan yang dapat merusak tanaman.
Cinchona pubescens adalah pohon yang tahan banting dan memerlukan perawatan sedang. Tanaman ini tumbuh terbaik di bawah sinar matahari sebagian hingga teduh dan membutuhkan tanah yang memiliki drainase baik. Penyiraman berlebihan dapat menyebabkan masalah akar, jadi siram secukupnya dan biarkan tanah sedikit mengering di antara penyiraman. Secara umum tahan terhadap hama dan penyakit, tetapi mungkin perlu pemangkasan sesekali untuk mempertahankan bentuknya.
Perbanyakan
- Metode perbanyakan
- Biji, Stek
- Tingkat perawatan
- Sedang
Ciri ornamental
- Berbunga
- Ya
- Masa berbunga
- musim semi
Daun lebar yang menarik dengan tekstur berbulu lembut, kumpulan bunga kecil berwarna putih hingga merah muda, dan kulit kayu yang kasar khas.
Toksisitas & keamanan
- Beracun bagi manusia
- Sedikit beracun
- Beracun bagi hewan peliharaan
- Sedikit beracun
- Potensi gulma
- Penyebaran rendah
Kulit kayu mengandung kina yang dapat beracun jika tertelan dalam jumlah besar. Jauhkan dari anak-anak dan hewan peliharaan untuk mencegah tertelan secara tidak sengaja.
Informasi alergi
- Risiko alergi
- Rendah
- Pemicu alergi
- Kontak kulit
- Tingkat serbuk sari
- Rendah
Cinchona pubescens dapat menyebabkan iritasi kulit ringan pada beberapa orang yang menyentuh daun atau kulitnya. Tanaman ini tidak menghasilkan serbuk sari yang tersebar di udara yang biasanya memicu alergi. Untuk mengurangi risiko, gunakan sarung tangan saat menangani tanaman dan cuci tangan setelahnya.
Masalah umum
Penyiraman berlebihan dapat menyebabkan akar membusuk. Cahaya yang kurang dapat menyebabkan pertumbuhan yang buruk. Kadang-kadang, hama seperti kutu daun atau serangga sisik dapat muncul tetapi biasanya dapat dikendalikan.
Kegunaan
Utamanya dibudidayakan untuk kulit kayunya yang digunakan sebagai sumber kina. Juga digunakan sebagai pohon hias di taman dan taman kota karena daun dan bunganya yang menarik.
Catatan
Pangkas ringan setelah berbunga untuk mempertahankan bentuk dan menghilangkan kayu mati. Pindahkan tanaman muda ke pot baru setiap 2-3 tahun jika ditanam dalam wadah. Lindungi dari embun beku dan suhu dingin ekstrem.