Pedang Hutan
Alocasia lauterbachiana
Lauterbachiana
Tentang tanaman ini
Alocasia lauterbachiana, juga dikenal sebagai Pedang Hutan, adalah tanaman tropis yang mencolok dengan daun panjang, sempit, berbentuk panah yang memiliki urat putih mencolok. Tanaman ini dikagumi karena daunnya yang arsitektural dan menambah sentuhan dramatis pada ruang dalam ruangan. Asli dari Papua Nugini, tanaman ini tumbuh subur di lingkungan yang hangat dan lembap dan sering dibudidayakan sebagai tanaman hias dalam ruangan atau di taman luar ruangan yang teduh di iklim yang sesuai.
Taksonomi
- Genus
- Alocasia
- Famili
- Araceae
- Klasifikasi lebih tinggi
- Ordo: Alismatales
- Jenis tanaman
- Tanaman hias indoor
- Umur hidup
- Tahunan
Asal & persebaran
- Asal wilayah
- Papua Nugini
- Persebaran
- Asli dari Papua Nugini; dibudidayakan di seluruh dunia sebagai tanaman hias dalam ruangan di wilayah tropis dan subtropis.
Perawatan
- Preferensi cahaya
- Cahaya terang tidak langsung
- Lokasi yang cocok
- Dalam ruangan, Rumah kaca, Balkon
- Arah jendela disukai
- Menghadap timur, Menghadap utara, Menghadap timur laut, Menghadap barat laut
- Frekuensi siram
- Sedang
- Interval siram
- 3–7 hari
- Kelembapan
- Tinggi
- Minimum
- 15 °C
- Maksimum
- 30 °C
- Optimal
- 18-26 °C
- Zona ketahanan USDA
- 10-12
- pH media
- 5.5-6.5
- Jenis media
- campuran media tanam yang mengalirkan air dengan baik dan kaya bahan organik
Penyiraman. Sirami saat 2-3 cm atas tanah terasa kering. Hindari membiarkan tanaman berdiri di air untuk mencegah akar membusuk. Tingkatkan frekuensi penyiraman pada bulan yang lebih hangat dan kurangi pada bulan yang lebih dingin.
Pemupukan. Berikan pupuk cair seimbang setiap 4-6 minggu selama musim tumbuh musim semi dan musim panas. Kurangi pemberian pupuk pada musim gugur dan musim dingin saat pertumbuhan melambat.
Alocasia lauterbachiana adalah tanaman yang cukup mudah dirawat. Tanaman ini menyukai cahaya terang tidak langsung dan kelembapan tinggi. Penyiraman berlebihan dapat menyebabkan akar membusuk, jadi biarkan tanah sedikit mengering di antara penyiraman. Penyemprotan rutin membantu menjaga kelembapan, dan pemberian pupuk sesekali selama musim tumbuh mendukung pertumbuhan yang sehat.
Perbanyakan
- Metode perbanyakan
- Pembagian rumpun, Stek
- Tingkat perawatan
- Sedang
Ciri ornamental
- Berbunga
- Tidak
Daun besar, mengkilap, berbentuk pedang dengan urat putih yang mencolok; pertumbuhan tegak.
Toksisitas & keamanan
- Beracun bagi manusia
- Sedikit beracun
- Beracun bagi hewan peliharaan
- Sedikit beracun
- Potensi gulma
- Bukan gulma
Semua bagian tanaman mengandung kristal kalsium oksalat yang dapat menyebabkan iritasi jika tertelan atau jika getah kontak dengan kulit. Jauhkan dari anak-anak dan hewan peliharaan.
Informasi alergi
- Risiko alergi
- Rendah
- Pemicu alergi
- Getah atau lateks, Kontak kulit
- Tingkat serbuk sari
- Tidak ada
Alocasia lauterbachiana dapat menyebabkan iritasi kulit ringan pada beberapa orang akibat getahnya. Hindari menyentuh getah dan cuci tangan jika terkena. Tanaman ini tidak diketahui menghasilkan serbuk sari yang dapat memicu alergi udara.
Masalah umum
Masalah umum meliputi daun menguning akibat penyiraman berlebihan, tepi daun coklat karena kelembapan rendah, dan masalah hama seperti tungau laba-laba jika udara terlalu kering.
Kegunaan
Utamanya dibudidayakan sebagai tanaman hias dalam ruangan untuk daun yang menarik dan kualitas penyaring udara.
Catatan
Pangkas daun yang menguning atau rusak untuk merangsang pertumbuhan baru. Ganti pot setiap 1-2 tahun untuk menyegarkan tanah dan mengakomodasi pertumbuhan. Sensitif terhadap angin dingin dan perubahan suhu mendadak.